Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Kebijakan Ekspor Sawit ala Prabowo Bikin Harga Sawit Petani Anjlok, Apa yang Salah?

Kebijakan ini membuat para pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar memilih menahan diri akibat ketidakjelasan arah Prabowo.

Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton.
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/agr)

Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengatakan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit anjlok, setelah munculnya kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor sawit melalui skema Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Selain itu, kebijakan tersebut membuat para pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar memilih menahan diri akibat ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah. 

Ketidakpastian kebijakan tersebut juga memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya menekan harga CPO dan harga TBS petani.

Iklan

Pidato Prabowo Runtuhkan Kepercayaan

Siapa yang mengira, pidato hampir dua jam oleh Presiden Prabowo telah mengakibatkan Rump dan tengkulak tidak lagi mau menggerakan mobil truk-nya untuk mengambil buah sawit petani di kebun. Sawit tidak diangkut, busuk di tempat dan akhirnya tidak ternilai dengan harga,”

kata Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto dalam keterangan resmi, Jumat, 22 Mei 2026. 

POPSI lebih jauh menekankan bahwa yang paling dirugikan bukan pelaku under invoicing, seperti yang diklaim oleh Presiden Prabowo, melainkan petani sawit yang harga jualnya tergerus jauh akibat pasar yang tidak stabil.

Padahal industri sawit menyangkut kehidupan sekitar 17 juta orang, mulai dari petani, buruh, pekerja transportasi, UMKM, hingga masyarakat di daerah sentra sawit,”

ujar Mansuetus.
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS.
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

Harga Tender CPO Turun

Sementara itu, berdasarkan keterangan POPSI dari hasil data di lapangan, menunjukkan harga tender CPO turun dari sekitar Rp15.300 per kg menjadi Rp12.150 per kg hanya dalam beberapa hari. 

Dampaknya pun langsung dirasakan petani di berbagai daerah seperti:

  • Sumatera Selatan turun dari Rp3.577 menjadi Rp2.722/kg
  • Kalimantan Tengah turun dari Rp3.483 menjadi Rp3.163/kg
  • Riau turun dari Rp3.397 menjadi Rp3.070/kg
  • Jambi turun dari Rp3.266 menjadi Rp2.944/kg
  • Sumatera Utara turun dari Rp3.299 menjadi Rp2.899/kg.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.