Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Jobdesk Komisaris Media Berita Online: Fungsi Strategis Menurut Pakar Tata Kelola
Cari Tahu

Jobdesk Komisaris Media Berita Online: Fungsi Strategis Menurut Pakar Tata Kelola

Hafidz NcAmin Suciady
Last updated: Januari 23, 2026 5:09 pm
Hafidz Nc
Amin Suciady
Share
Jobdesk Komisaris Media Berita Online
SHARE

Peran Komisaris dalam perusahaan media berita online kerap disalahpahami. Banyak yang mengira posisinya sekadar formalitas atau jabatan parkir pemilik modal. Padahal, dalam tata kelola korporasi modern, Komisaris justru menjadi benteng strategis yang menentukan arah keberlanjutan perusahaan, termasuk menjaga independensi media.

Daftar isi Konten
  • Fungsi Utama Komisaris: Mengawasi, Bukan Mengelola
  • Peran Strategis Komisaris di Media Online
  • KPI Komisaris Media: Diukur dari Stabilitas, Bukan Popularitas
  • Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Komisaris Media

Pakar corporate governance dari Universitas Indonesia, Prof. Mas Achmad Daniri, menegaskan bahwa Dewan Komisaris berfungsi sebagai organ pengawas yang memastikan direksi menjalankan perusahaan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Dalam konteks media, fungsi ini menjadi semakin krusial karena menyangkut kepentingan publik.

Fungsi Utama Komisaris: Mengawasi, Bukan Mengelola

Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 secara eksplisit menyebut bahwa tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan umum dan/atau khusus terhadap kebijakan pengurusan perusahaan serta memberi nasihat kepada Direksi.

Artinya, Komisaris tidak terlibat dalam operasional harian. Ia tidak mengatur headline, tidak mengedit berita, dan tidak memberi instruksi langsung ke redaksi.

Dewan Pers dalam berbagai forum juga menekankan bahwa jika Komisaris ikut mencampuri isi pemberitaan, maka fungsi independensi pers berada dalam ancaman.

Industri media, pelanggaran batas tersebut bukan hanya blunder tata kelola, tetapi juga bisa menjelma sebagai krisis kredibilitas.

Peran Strategis Komisaris di Media Online

Jodesk Komisaris Media Berita Online
  1. Penjaga Good Corporate Governance

Menurut OECD Principles of Corporate Governance, Dewan Komisaris bertugas memastikan perusahaan dijalankan dengan prinsip tata kelola yang sehat. Dalam perusahaan media, ini berarti memastikan Direksi tidak mengambil keputusan bisnis yang berpotensi merusak independensi redaksi.

Pakar media dan demokrasi Rhenald Kasali juga menilai bahwa kegagalan tata kelola di perusahaan media biasanya bermula dari kaburnya batas antara kepentingan pemilik modal dan ruang redaksi.

  1. Mengawasi Kinerja Direksi, Bukan Menggantikan

Komisaris mengevaluasi kinerja CEO melalui indikator strategis:

  • Pertumbuhan bisnis
  • Kesehatan keuangan
  • Kepatuhan hukum
  • Reputasi perusahaan

Ia berhak bertanya keras dalam rapat, tetapi tidak berhak mengambil alih kendali operasional.

Menurut laporan Harvard Business Review tentang board effectiveness, Komisaris yang efektif adalah mereka yang mampu mengajukan pertanyaan kritis, bukan mereka yang sibuk mengatur teknis kerja manajemen.

  1. Menjaga Independensi Media dari Kepentingan Pemilik Modal

Di industri media, ini poin sensitif sekaligus vital.

Peneliti media dari Universitas Padjadjaran, Ignatius Haryanto, menekankan bahwa struktur perusahaan pers idealnya justru menempatkan Komisaris sebagai pelindung independensi redaksi, bukan alat intervensi pemilik.

Komisaris yang memahami ekosistem pers akan bertanya:

  • Apakah kebijakan bisnis ini berpotensi menekan redaksi?
  • Apakah kerja sama komersial tertentu mengganggu objektivitas pemberitaan?

Kalau iya, tugas Komisaris adalah mengingatkan Direksi, bukan membiarkannya jalan terus.

  1. Mengawal Arah Jangka Panjang Media

Komisaris juga berperan dalam pengambilan keputusan strategis:

  • Ekspansi bisnis
  • Masuknya investor baru
  • Akuisisi, atau perubahan model bisnis

Menurut McKinsey & Company dalam kajian tentang board oversight, Dewan Komisaris berfungsi sebagai penjaga visi jangka panjang perusahaan, agar manajemen tidak terjebak pada target jangka pendek yang merusak fondasi bisnis.

Dalam media online, ini berarti: lebih baik membangun audiens loyal dan kredibel ketimbang sekadar mengejar klik cepat tapi merusak reputasi.

KPI Komisaris Media: Diukur dari Stabilitas, Bukan Popularitas

Tugas-seorang-komisaris-media-berita-online

Berbeda dengan Direksi, kinerja Komisaris tidak diukur dari trafik atau revenue langsung. Indikator keberhasilannya lebih struktural, seperti:

  • Stabilitas tata kelola perusahaan
  • Tidak adanya konflik serius antara bisnis dan redaksi
  • Reputasi media tetap kredibel di mata publik
  • Keputusan strategis perusahaan tidak melanggar hukum dan etika pers
  • Direksi berjalan sesuai koridor yang sehat

Oiya, ada yang lebih menarik lagi:

Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Komisaris yang baik sering kali tidak terlihat di publik, tetapi dampaknya terasa dalam kestabilan organisasi.

Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Komisaris Media

Pakar media Agus Sudibyo pernah mengingatkan bahwa banyak masalah di industri pers justru muncul karena pemilik dan Komisaris tidak memahami batas perannya. Ketika Komisaris mulai mengatur framing berita, menitipkan kepentingan pribadi, atau menekan redaksi, maka fungsi pers sebagai institusi publik runtuh dari dalam.

Komisaris bukan editor bayangan.
Bukan pula operator bisnis harian.
Ia adalah penjaga arah dan penjaga etika di level strategis.

Di era media digital 2026, posisi Komisaris justru makin strategis. Bukan karena kuasa operasional, tetapi karena perannya sebagai pengimbang kekuasaan Direksi dan pelindung integritas media.

Media yang sehat bukan hanya lahir dari redaksi yang kuat, tetapi juga dari Komisaris yang paham batas, paham etika, dan paham bahwa kredibilitas adalah aset jangka panjang yang tak bisa ditebus dengan uang iklan.

Tag:JobdeskWiki
Share This Article
Email Salin Tautan Print
ByHafidz Nc
Creative Developer
Follow:
Penulis lepas yang meliput pemberitaan seputar teknologi terkini, startup, film, musik hingga gaya hidup lainnya.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi anak bersama keluarga
Hype

Banyak Anak Terlibat Kejahatan Berat, Psikolog Soroti Kematangan Otak

Psikolog Meity Arianty memberikan pandangan terkait perkembangan kognitif otak anak untuk memahami konsekuensi moral dan hukum. Pasalnya hingga saat ini banyak kasus kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak sedikit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Cara Cek NPWP dengan NIK
Hype

4 Cara Cek NPWP dengan NIK Secara Online 2026, Mudah dan Praktis

Cara cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini bisa dilakukan secara online dengan mudah tanpa perlu langsung datang ke kantor pajak. Cara ini menjadi solusi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pramono Anung
Daerah

Pramono: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58%

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa, jumlah Rukun Warga (RW) kategori kumuh di Jakarta mengalami penurunan hingga 52,58 persen. Hal ini disampaikannya langsung dalam konferensi pers bersama BPS di…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi chemistry
Cari Tahu

Chemistry Adalah? Simak Pengertian dan Tanda-tandanya 

Apakah kamu pernah berbicara dengan seseorang dan merasa nyambung, padahal kamu tidak…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 jam lalu
Cari Tahu

Apa Itu Relapse Phase? Benarkah Tren Ini Bikin Move On Lebih Sehat Setelah Putus Cinta

Apa itu relapse phase? Istilah ini belakangan ramai dibicarakan warganet, terutama di…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Idiom buah
Cari Tahu

7 Idiom Buah yang Sering Salah Paham, Gen Z Wajib Tahu!

Kamu sering ketemu idiom bahasa Inggris yang pakai nama buah, tapi malah…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Penjual hewan kurban
Cari Tahu

Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Berkualitas Jelang Idul Adha 1447 H

Hanya tinggal beberapa pekan lagi, umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Hari…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up